No playable video found for this episode.
Chapters: 36
Play Count: 161
Siti divonis kanker dan hanya punya waktu tiga bulan. Di tengah keluarga yang dingin dan penuh kekerasan, ia berjuang demi putrinya, Nia. Ketika uang asuransinya akan direbut, Siti berhasil melindungi hak Nia. Siti pun meninggalkan warisan untuk Nia dan Rama, lalu berpamitan dengan tenang di hari terakhirnya.
Cindy adalah seorang ibu yang memiliki tiga anak tetapi dipaksa menjual kedua anaknya yang masih kecil karena paksaan suaminya. Belasan tahun berlalu dan Cindy belum menyerah untuk mencari anak-anaknya. Tetapi, dia justru mangalami penghinaan dari putra bungsunya!
Setelah suaminya meninggal, Melati berjuang membesarkan anak-anaknya. Demi membayar biaya kuliah Rani Pratama, ia diusir dari silsilah keluarga dan kehilangan hak atas Bagas. Terpaksa menikah lagi demi uang, Melati memutuskan hubungan dengan Rani. Saat Melati sakit parah dan diabaikan semua orang, Rani kembali ke desa, berusaha mengembalikan Melati ke keluarga Pratama.
Melati memutuskan pergi untuk euthanasia karena Putri Cahaya, putrinya, sibuk bekerja dan mengabaikan keluarga. Setelah kehilangan kesempatan terakhir untuk berpamitan, Putri Cahaya baru menyadari arti kasih ibu. Pengalaman pahit di pekerjaan dan cinta membuatnya menyesal, hingga Om Surya mengungkapkan kisah ibu yang sebenarnya.
Setelah suaminya berselingkuh dan meninggal mendadak, Sri Dewi harus menghadapi fitnah dan pengusiran dari Nenek Pratama. Ia membesarkan Rizky sendirian, namun hubungan ibu-anak retak karena rumor. Saat sakit parah, Sri Dewi menyamar sebagai pengasuh demi bisa dekat dengan anak dan cucunya, meski harus menahan hinaan.
Sri Wulan tewas setelah selang oksigennya dicabut Rizky, putra kandungnya. Reinkarnasi ke hari pernikahan Rizky, Sri berhenti berkorban. Dia batalkan mahar, ambil emasnya, lalu mengabdi ke Keluarga Cahya. Ketulusannya membuat Adit jatuh hati. Saat kedok Indah terbongkar, Rizky baru menyesal.
Apa harapanmu yang terbesar? Ona, seorang ibu tunggal menjawab, "Aku ingin putraku bahagia." Ketika meninggalkan kampung halamannya dengan harapan bertemu cucu tercintanya, Ona justru diabaikan putranya. Bagaimana dia akan menghadapi keadaan ini? Setelah sering dikecewakan, akankah dia mengubah pendiriannya?
Setelah keluarganya hancur di kehidupan lalu, Sri Lestari terlahir kembali dengan tiga garis darah pemberian leluhur. Setiap tragedi yang ia cegah bagi anak-anaknya menghapus satu garis. Sri bertekad melindungi keluarga, mengungkap konspirasi, dan menuntaskan dendam ketika garis terakhir lenyap.
Kisah ini menceritakan tentang seorang ibu yang kehilangan suaminya di masa mudanya, hanya bisa hidup saling bergantung dengan putranya. Devi mengadopsi dan menghidupi tiga anak yatim piatu yang tidak memiliki rumah. Untuk membiayai pendidikan anaknya, dia tanpa lelah pergi ke bekerja di lokasi konstruksi. Keempat putranya juga sangat berbakti. Namun, setelah keempat putranya pergi ke kota untuk sekolah, satu per satu dari mereka hilang kabar, membuat Devi sedih.
Putri Santika pulang untuk membalas jasa ibunya, Sri Dewi, namun mendapati sang ibu telah wafat. Di rumah duka, keluarga ibu dan ayahnya membuat keributan. Putri membongkar kebenaran: ibunya cacat akibat kecelakaan kerja menggantikan pamannya, dipaksa menikah, dan hidup tertindas hingga akhir hayat.
Siti divonis kanker dan hanya punya waktu tiga bulan. Di tengah keluarga yang dingin dan penuh kekerasan, ia berjuang demi putrinya, Nia. Ketika uang asuransinya akan direbut, Siti berhasil melindungi hak Nia. Siti pun meninggalkan warisan untuk Nia dan Rama, lalu berpamitan dengan tenang di hari terakhirnya.