No playable video found for this episode.
Chapters: 36
Play Count: 0
Siti divonis kanker dan hanya punya waktu tiga bulan. Di tengah keluarga yang dingin dan penuh kekerasan, ia berjuang demi putrinya, Nia. Ketika uang asuransinya akan direbut, Siti berhasil melindungi hak Nia. Siti pun meninggalkan warisan untuk Nia dan Rama, lalu berpamitan dengan tenang di hari terakhirnya.
Arya adalah dokter berbakat yang dikhianati istrinya hingga ibunya meninggal saat berusaha menyelamatkannya. Setelah mati penuh penyesalan, Arya terlahir kembali sehari sebelum melamar wanita tersebut. Dengan kesempatan kedua, ia bertekad mengubah takdir dan membahagiakan ibunya.
Setelah suaminya berselingkuh dan meninggal mendadak, Sri Dewi harus menghadapi fitnah dan pengusiran dari Nenek Pratama. Ia membesarkan Rizky sendirian, namun hubungan ibu-anak retak karena rumor. Saat sakit parah, Sri Dewi menyamar sebagai pengasuh demi bisa dekat dengan anak dan cucunya, meski harus menahan hinaan.
Surya Pratama berjuang demi negara, tanpa tahu ibu dan putrinya di rumah mengalami penindasan dari Kakak Ipar. Uang yang ia kirim pun disalahgunakan, dan ibunya hampir kehilangan nyawa. Saat Surya pulang, kebenaran disembunyikan darinya, namun akhirnya ia berhasil mengungkap segalanya dan menyelamatkan keluarganya tepat waktu.
Kakak yang sukses sebagai direktur yayasan kembali ke rumah demi mencari ibunya, sementara adiknya yang haus kemewahan bahkan malu mengakui ibu sendiri di hari pernikahan. Di tengah perebutan kekayaan dan status, mereka sadar bahwa kebahagiaan ibu jauh lebih berharga daripada harta.
Demi biaya sekolah Andi, Ibu Lestari rela masuk ke dalam kobaran api dan tinggalkan luka. Namun, saat pernikahan Andi, ia malah diusir oleh putranya sendiri. Setelah diperlakukan buruk, Ibu Lestari mendapat perlindungan dari Adrian, yang pernah diselamatkannya. Ketika Andi terdesak, Ibu Lestari tuntut keadilan di pengadilan.
Setelah keluarganya hancur di kehidupan lalu, Sri Lestari terlahir kembali dengan tiga garis darah pemberian leluhur. Setiap tragedi yang ia cegah bagi anak-anaknya menghapus satu garis. Sri bertekad melindungi keluarga, mengungkap konspirasi, dan menuntaskan dendam ketika garis terakhir lenyap.
Setelah suaminya meninggal, Melati berjuang membesarkan anak-anaknya. Demi membayar biaya kuliah Rani Pratama, ia diusir dari silsilah keluarga dan kehilangan hak atas Bagas. Terpaksa menikah lagi demi uang, Melati memutuskan hubungan dengan Rani. Saat Melati sakit parah dan diabaikan semua orang, Rani kembali ke desa, berusaha mengembalikan Melati ke keluarga Pratama.
Melati memutuskan pergi untuk euthanasia karena Putri Cahaya, putrinya, sibuk bekerja dan mengabaikan keluarga. Setelah kehilangan kesempatan terakhir untuk berpamitan, Putri Cahaya baru menyadari arti kasih ibu. Pengalaman pahit di pekerjaan dan cinta membuatnya menyesal, hingga Om Surya mengungkapkan kisah ibu yang sebenarnya.
Kakak yang sukses sebagai direktur yayasan kembali ke rumah demi mencari ibunya, sementara adiknya yang haus kemewahan bahkan malu mengakui ibu sendiri di hari pernikahan. Di tengah perebutan kekayaan dan status, mereka sadar bahwa kebahagiaan ibu jauh lebih berharga daripada harta.
Siti divonis kanker dan hanya punya waktu tiga bulan. Di tengah keluarga yang dingin dan penuh kekerasan, ia berjuang demi putrinya, Nia. Ketika uang asuransinya akan direbut, Siti berhasil melindungi hak Nia. Siti pun meninggalkan warisan untuk Nia dan Rama, lalu berpamitan dengan tenang di hari terakhirnya.