No playable video found for this episode.
Chapters: 60
Play Count: 0
Surya Pratama berjuang demi negara, tanpa tahu ibu dan putrinya di rumah mengalami penindasan dari Kakak Ipar. Uang yang ia kirim pun disalahgunakan, dan ibunya hampir kehilangan nyawa. Saat Surya pulang, kebenaran disembunyikan darinya, namun akhirnya ia berhasil mengungkap segalanya dan menyelamatkan keluarganya tepat waktu.
Demi biaya sekolah Andi, Ibu Lestari rela masuk ke dalam kobaran api dan tinggalkan luka. Namun, saat pernikahan Andi, ia malah diusir oleh putranya sendiri. Setelah diperlakukan buruk, Ibu Lestari mendapat perlindungan dari Adrian, yang pernah diselamatkannya. Ketika Andi terdesak, Ibu Lestari tuntut keadilan di pengadilan.
Setelah suaminya berselingkuh dan meninggal mendadak, Sri Dewi harus menghadapi fitnah dan pengusiran dari Nenek Pratama. Ia membesarkan Rizky sendirian, namun hubungan ibu-anak retak karena rumor. Saat sakit parah, Sri Dewi menyamar sebagai pengasuh demi bisa dekat dengan anak dan cucunya, meski harus menahan hinaan.
Kakak yang sukses sebagai direktur yayasan kembali ke rumah demi mencari ibunya, sementara adiknya yang haus kemewahan bahkan malu mengakui ibu sendiri di hari pernikahan. Di tengah perebutan kekayaan dan status, mereka sadar bahwa kebahagiaan ibu jauh lebih berharga daripada harta.
Siti divonis kanker dan hanya punya waktu tiga bulan. Di tengah keluarga yang dingin dan penuh kekerasan, ia berjuang demi putrinya, Nia. Ketika uang asuransinya akan direbut, Siti berhasil melindungi hak Nia. Siti pun meninggalkan warisan untuk Nia dan Rama, lalu berpamitan dengan tenang di hari terakhirnya.
Setelah suaminya meninggal, Melati berjuang membesarkan anak-anaknya. Demi membayar biaya kuliah Rani Pratama, ia diusir dari silsilah keluarga dan kehilangan hak atas Bagas. Terpaksa menikah lagi demi uang, Melati memutuskan hubungan dengan Rani. Saat Melati sakit parah dan diabaikan semua orang, Rani kembali ke desa, berusaha mengembalikan Melati ke keluarga Pratama.
Setelah keluarganya hancur di kehidupan lalu, Sri Lestari terlahir kembali dengan tiga garis darah pemberian leluhur. Setiap tragedi yang ia cegah bagi anak-anaknya menghapus satu garis. Sri bertekad melindungi keluarga, mengungkap konspirasi, dan menuntaskan dendam ketika garis terakhir lenyap.
Sri Wahyuni rela berkorban demi pendidikan Putri Anindya, meski hidup dari mengumpulkan sampah dan menghadapi suami penjudi. Setelah Anindya menikah dengan keluarga Pratama, Wahyuni diselamatkan anak asuhnya, Melati Santoso. Demi anaknya yang hamil, ia jadi pembantu hingga kebenaran terbongkar dan sang anak menyesal.
Kakak yang sukses sebagai direktur yayasan kembali ke rumah demi mencari ibunya, sementara adiknya yang haus kemewahan bahkan malu mengakui ibu sendiri di hari pernikahan. Di tengah perebutan kekayaan dan status, mereka sadar bahwa kebahagiaan ibu jauh lebih berharga daripada harta.
Kisah ini menceritakan tentang seorang ibu yang kehilangan suaminya di masa mudanya, hanya bisa hidup saling bergantung dengan putranya. Devi mengadopsi dan menghidupi tiga anak yatim piatu yang tidak memiliki rumah. Untuk membiayai pendidikan anaknya, dia tanpa lelah pergi ke bekerja di lokasi konstruksi. Keempat putranya juga sangat berbakti. Namun, setelah keempat putranya pergi ke kota untuk sekolah, satu per satu dari mereka hilang kabar, membuat Devi sedih.
Surya Pratama berjuang demi negara, tanpa tahu ibu dan putrinya di rumah mengalami penindasan dari Kakak Ipar. Uang yang ia kirim pun disalahgunakan, dan ibunya hampir kehilangan nyawa. Saat Surya pulang, kebenaran disembunyikan darinya, namun akhirnya ia berhasil mengungkap segalanya dan menyelamatkan keluarganya tepat waktu.