Chapters: 115
Play Count: 0
Ia memimpin sukunya berinovasi mengatasi krisis. Mereka menenun kain, membuat pakaian, menciptakan permainan, dan membuka kampus untuk edukasi. Mereka menjinakkan domba dan membuat cuka. Tim pemburu dilatih tangguh. Sukunya berdagang dengan suku lain, mendapat bahan langka, serta meningkatkan kekuatan dan logistik.
Lin Ye tiba di dunia primitif dan bergabung dengan Suku Api. Dengan pengetahuan modern, ia membantu mereka mengatasi kelaparan dan musim dingin, menciptakan alat, memperbaiki makanan, serta membangun tembok pelindung. Kehidupan suku pun membaik, dan Lin Ye mulai menjalin hubungan dengan suku lain.
Lolos dari krisis, Lin Ye membawa sukunya menuju peradaban maju lewat peternakan, kerajinan tembaga dan jalur dagang. Menghadapi ancaman suku saingan yang serakah, ia melatih pasukan senjata taktis serta merangkul klan lain demi membawa kaumnya bertransformasi menjadi kekuatan terkuat di wilayah tersebut.
Seorang mahasiswa geologi tak sengaja terlempar ke zaman primitif. Dengan ilmu modern, dia membawa teknologi pertanian dan pembangunan bagi suku setempat. Dia membentuk aliansi untuk bertahan hidup dari musim dingin, membawa cahaya peradaban pertama dan semangat pantang menyerah di tanah purba.
Sekelompok sahabat membangun dua kota dengan menata militer, medis dan industri. Saat salah satu rekannya sukses lulus ujian negara di ibu kota untuk memperkuat aliansi, ancaman perang perbatasan tiba. Mengandalkan taktik cerdik dan ilmu modern, mereka bahu-membahu menahan serangan musuh demi melindungi rakyat.
Mendadak terdampar di zaman purba, pemuda modern Bagas Pratama diterima oleh Suku Api yang miskin sumber daya. Mengandalkan pengetahuan masa kini, ia menciptakan alat, menemukan makanan, membuat gerabah, serta memimpin suku melawan binatang buas. Bagas pun membawa kemajuan bagi kehidupan di dunia liar.
Usai menguasai puluhan wilayah, Shen Hao terjun menumpas penyakit langka di pedalaman Gunung Longjing menggunakan standar medis masa kini. Mengurai rahasia suku purba dan memperluas pabrik dagang, ia mengubah wilayah tertinggal menjadi sentra ekonomi yang maju dan makmur bagi segenap warga.
Ia memimpin sukunya berinovasi mengatasi krisis. Mereka menenun kain, membuat pakaian, menciptakan permainan, dan membuka kampus untuk edukasi. Mereka menjinakkan domba dan membuat cuka. Tim pemburu dilatih tangguh. Sukunya berdagang dengan suku lain, mendapat bahan langka, serta meningkatkan kekuatan dan logistik.
Ahli bertahan hidup modern terdampar di zaman batu sebagai "dukun" suku kecil. Dengan ilmu modern, ia buat garam murni, tembikar, dan senjata. Ia bangun tembok, kalahkan suku musuh, dan pimpin rakyatnya dari kelaparan menuju peradaban maju.
Bagus memimpin Suku Burung Biru dan menggunakan strategi unik untuk memperoleh binatang buas serta harapan pertanian. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Suku Rotan dan mengetahui rencana jahat Suku Monyet Hitam yang ingin merebut Buah Suci. Bagus menyatukan kedua suku dan mempersiapkan pertarungan besar demi masa depan mereka.
Kembali ke ibu kota, seorang pria membongkar pengkhianatan musuhnya di istana. Meski kaisar berusaha melindungi pelaku demi takhta, pria ini menyusun siasat untuk menguras harta musuhnya. Di tengah kekacauan upacara agung, dia mengeksekusi musuhnya dan membongkar kejahatan kaisar.