Chapters: 82
Play Count: 0
Setelah kehilangan adiknya, Putri Anindya hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah dan tekanan keluarga. Ia dipaksa menekan jati diri demi menjadi "pengganti" sang adik. Pilihan pahitnya justru membuka mata keluarganya. Dalam duka dan kelahiran anggota baru, keluarga akhirnya belajar menerima, mencintai, dan mengenang Putri.
James mengejar Lila selama lima tahun. Namun, ketulusannya hanya dibalas: “Dasar bucin menyebalkan”. James pun memutuskan untuk menutup hatinya dan berhenti mencintai. Suatu hari, ia menyelamatkan Gaby. Di luar dugaannya, Gaby ternyata adalah seorang putri kaya misterius. Ketika James berhenti mengejar, Lila malah mulai mengejarnya kembali. Gaby pun tersenyum dingin dan berkata: “Kau memang cantik, tapi beraninya kamu menyentuh pria milikku! Bersiaplah menerima akibatnya!”
Setelah lima tahun menikah, Rama Pratama mengkhianati Putri Handayani demi Maya Rahma dan bahkan mengusulkan perceraian palsu. Namun, Putri yang tegar tak bisa menerima pengkhianatan itu. Begitu mengetahui kebenaran, ia memutuskan untuk meninggalkan Rama selamanya, tak peduli seberapa keras ia memohon agar kembali.
Demi “cinta sejati”, Zahra membatalkan pernikahan dengan Rizky. Rizky menarik investasi di rapat direksi. Dana runtuh, saham anjlok, kebenaran terungkap. Saat Zahra menyesal dan tersadar, semuanya terlambat, Rizky sudah mengambil alih perusahaan.
Nurani demi membela kakaknya yang disiksa, menyerang ayahnya dan memasuki penjara selama 3 tahun. Setelah 3 tahun, ternyata kakaknya dan teman terdekatnya meninggal. Demi kebeneran, ia mulai balas dendam...
Luna, gadis yatim piatu yang diadopsi keluarga Pratama, diperlakukan seperti pengganti setelah anak kandung mereka kembali. Karena sakit hati, ia jadi relawan proyek tidur 30 tahun dan mendonorkan korneanya. Saat ia bangun, semua kenangan telah hilang.
Putri Ayu menikahi Arga Pratama setelah menyelamatkannya, namun fitnah dari Melati Sari membuat hubungan mereka penuh kesalahpahaman. Di malam pernikahan, Arga bersikap dingin, Putri Ayu terluka dan keluarganya hancur. Kehilangan segalanya, ia pun kehilangan harapan.
Setelah kehilangan adiknya, Putri Anindya hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah dan tekanan keluarga. Ia dipaksa menekan jati diri demi menjadi "pengganti" sang adik. Pilihan pahitnya justru membuka mata keluarganya. Dalam duka dan kelahiran anggota baru, keluarga akhirnya belajar menerima, mencintai, dan mengenang Putri.
Sejak kecil, sang gadis tinggal di desa bersama kakeknya. Saat kembali ke kota, ia sering disakiti oleh adiknya. Sang gadis meminta sang pria melindunginya, dan pria pun setia menjaga sang gadis. Namun, ketika sang gadis dewasa, ia didiagnosa leukemia dan akhirnya meninggal. Setelah kepergiannya, semua orang mulai merindukannya.