Chapters: 90
Play Count: 10,096
Untuk mencari keberadaan ibunya, Indah Wasri dijebak oleh adik tirinya, Laras Asri, hingga tanpa sengaja terlibat hubungan dengan Revan Pradipta dan melahirkan sepasang anak kembar. Enam tahun kemudian, ia kembali bersama anak-anaknya untuk membalas dendam, namun tidak langsung mengungkap identitasnya kepada Revan Pradipta. Seiring berjalannya waktu, kebenaran pun terungkap—termasuk pengkhianatan ayah Revan Pradipta. Akhirnya, semua kesalahpahaman terselesaikan, dan keluarga mereka pun bersatu kembali.
Untuk mencari keberadaan ibunya, Indah Wasri dijebak oleh adik tirinya, Laras Asri, hingga tanpa sengaja terlibat hubungan dengan Revan Pradipta dan melahirkan sepasang anak kembar. Enam tahun kemudian, ia kembali bersama anak-anaknya untuk membalas dendam, namun tidak langsung mengungkap identitasnya kepada Revan Pradipta. Seiring berjalannya waktu, kebenaran pun terungkap—termasuk pengkhianatan ayah Revan Pradipta. Akhirnya, semua kesalahpahaman terselesaikan, dan keluarga mereka pun bersatu kembali.
Indina dibesarkan oleh Keluarga Malik. Dia menganggap ketergantungannya pada Robin sebagai cinta. Keluarga Malik memaksa Indina ke luar negeri demi reputasi mereka. Lima tahun kemudian, Indina kembali. Dia sudah melupakan perasaannya pada Robin. Setelah kembali, Indina berhubungan dengan James dan akhirnya mereka bersama.
Kehidupan rumah tangga membuat Raisa Putri perlahan mencintai Ardi Pratama. Namun kondisi kesehatannya menurun drastis, pekerjaan kacau, dan hidup berantakan. Demi suami, ia rela bercerai. Saat nyawanya di ujung, ingatan lama muncul, memberi secercah harapan untuk cinta sejati.
Kiana, pakar penanganan krisis terbaik di dunia, pulang ke negaranya untuk pensiun. Nggak dia sangka malah bertemu dengan Steven, CEO Grup Hutomo, yang diam-diam menyukainya selama sepuluh tahun. Karena sebuah insiden, Steven pun meminta Kiana untuk pura-pura menikah dengannya.
Serin mengalami bangkrut dan terpaksa menikah kontrak dengan Denis untuk melunasi utang. Setelah identitas Serin terungkap, dia menghadapi Wendy, teman SMA Serin, yang menyamar untuk memancing keributan. Namun, Serin berhasil mengatasi semua krisis dengan kemampuannya sendiri dan akhirnya hidup bahagia bersama Denis.
Putri Ayu diam-diam menyukai Rama Pratama sejak masa sekolah. Bertahun kemudian, mereka bertemu lagi dan secara tak terduga menghabiskan malam bersama hingga Putri hamil. Mereka menikah dan memulai perjalanan cinta setelah pernikahan. Di bawah perlindungan Rama yang penuh kasih, Putri tumbuh menjadi wanita tangguh dan berani.
Enam tahun lalu, Indah terpaksa menikah kontrak dengan Dimas demi keluarga, menyembunyikan asal-usul putrinya, Rara. Setelah bertahun-tahun, konflik keluarga dan ambisi membuat rahasia mereka terancam terbongkar. Rizky Pratama salah paham, Dimas memanfaatkan Rara sebagai ancaman, hingga penyakit Rara memaksa kebenaran terungkap.
Putri Melati rela berpisah dari Rizky Pratama demi menyelamatkan keluarganya, namun terjebak dalam pernikahan penuh kekerasan dengan Ardi Santoso. Setelah ayahnya bunuh diri dan ia dipenjara karena melawan saat hamil, Melati bebas lima tahun kemudian. Saat Rizky pulang, cinta lama kembali bergejolak di tengah luka keluarga.
Kiana, seorang mahasiswi miskin, bertemu Kevin, pria terkaya di Benji dan hamil setelah menghabiskan malam di pria terkaya di Benji itu. Awalnya, Kevin salah paham dan mengira Kiana cuma mengincar hartanya, tapi kebenaran yang sesungguhnya terungkap setelah mereka semakin dekat dengan satu sama lain.
Setelah meninggal, Cindy Sutejo melihat Tristan Lubis, seorang CEO yang dirumorkan kejam, menghabisi pasangan jahat yang membunuhnya. Dengan tangan berlumuran darah, Tristan berlutut di depan makam Cindy dan mencium mayatnya ... Kembali ke masa mudanya, Cindy menghancurkan pria bajingan dan wanita jalang itu sambil menyelidiki Tristan dengan penuh rasa ingin tahu. Tanpa diduga, begitu Cindy mendekat, pria penuh prasangka dan pemurung itu memojokkannya ke dinding. "Cindy, kamu tahu aku mencintaimu seperti orang gila. Tapi, kamu masih berani datang memprovokasiku!"